Skip to main content

Black Shark 3 & Black Shark 3 Pro Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi dan Harganya

Spesifikasi dan Harga Black Shark 3 & Black Shark 3 Pro

Black Shark resmi merilis penerus dari smartphone gaming idaman Black Shark 2 dan Black Shark 2 Pro. Perangkat penerus tersebut dinamakan Black Shark 3 dan Black Shark 3 Pro.

Tentunya, Black Shark 3 dan Black Shark 3 Pro hadir dengan peningkatan spesifikasi dan fitur dari generasi sebelumnya itu.

Lantas, seperti apa spesifikasi dari Black Shark 3? Bagaimana dengan spesifikasi Black Shark 3 Pro? Berapa harga Black Shark 3 dan Black Shark 3 Pro? Temukan jawabannya di artikel ini!

Spesifikasi Black Shark 3

Mari kita mulai artikel ini dengan membahas Black Shark 3 terlebih dulu. Ini merupakan versi “standar” dari seri Black Shark 3 yang baru dirilis. Spesifikasi yang diusungnya tidak terlalu berbeda dari Black Shark 3 Pro. Yang membedakan datang dari segi baterai, fitur trigger (akan dijelaskan nanti), varian memori, dan ukuran layar yang lebih kecil.

Black Shark 3 hadir dengan layar OLED berbentang 6,67 inci. Dukungan resolusinya sendiri mencapai FHD+. Menariknya, layar yang ada di Black Shark 3 sudah mendukung refresh rate 90 Hz. Artinya, sebagai HP gaming, Black Shark 3 sudah mampu menampilkan gambar yang mulus di layarnya.

Layar yang satu ini juga memiliki touch-sampling 270 Hz, membuatnya cukup sensitif. Akan sangat berguna untuk digunakan bermain game tembak-tembakan yang butuh sensitivitas tinggi.

Dari segi “jeroan”, Black Shark 3 dibekali dengan chipset terkencang Qualcomm saat ini, Snapdragon 865. Chipset tersebut dikombinasikan dengan RAM/media penyimpanan 8GB/128GB, 12GB/128GB, dan 12GB/256GB.

Dari segi kamera, Black Shark 3 dilengkali kamera 64 MP f/1.8 + 13 MP (ultrawide) + 5 MP (depth sensor). Ketiga kamera tersebut diletakkan di housing berbentuk segitiga.

Sementara itu, di bagian depan terdapat kamera 20 MP.

Dari segi baterai, Black Shark 3 punya baterai yang cukup jumbo, yakni 4.750 mAh.

Menariknya lagi, Black Shark 3 mendukung teknologi WiFi 6 dan jaringan 5G.

Black Shark 3

Layar: OLED 6,67 inci FHD+

Teknologi layar: Refresh rate 90 Hz; Touch sampling 270 Hz

Chipset: Qualcomm Snapdragon 865

RAM/Penyimpanan: 8GB/128GB; 12GB/128GB; 12GB/256GB

Kamera utama: Triple, 64 MP f/1.8 + 13 MP (ultrawide) + 5 MP (depth)

Kamera selfie: 20 MP

Baterai: 4.750 mAh

Spesifikasi Black Shark 3 Pro

Seperti yang telah diungkapkan di atas, Black Shark 3 Pro hadir dengan fitur dan spesifikasi yang lebih baik. Ukuran perangkat ini pun lebih besar dari versi “standar” Black Shark 3.

Spesifikasi Black Shark 3 Pro terdiri dari layar OLED 7,1 inci dengan dukungan resolusi QHD+. Dukungan refresh rate 90 Hz dan touch-sampling 270 Hz juga hadir di layar tersebut.

Dari segi “jeroan”, Black Shark 3 Pro dibekali dengan chipset Qualcomm Snapdragon 865 yang dikombinasikan dengan RAM/kapasitas penyimpanan 8GB/256GB dan 12GB/256GB.

Varian RAM 8 GB menggunakan teknologi LPDDR4X, sedangkan RAM 12 GB hadir lebih kencang dengan teknologi LPDDR5.

Konfigurasi kamera Black Shark 3 Pro sama persis dengan Black Shark 3, yakni  64 MP f/1.8 + 13 MP (ultrawide) + 5 MP (depth sensor). Ketiga kamera tersebut diletakkan di housing berbentuk segitiga. Sementara itu, di bagian depan terdapat kamera 20 MP.

Baterai perangkat ini juga lebih besar, yakni 5.000 mAh. Menariknya, Black Shark 3 Pro dibekali kemampuan Quick Charge dengan charger mencapai 65W. Black Shark membeberkan, hanya butuh 38 menit untuk mengisi daya hingga 100%.

Menariknya lagi, Black Shark 3 Pro dibekali dengan tombol fisik triggers. Tombol tersebut tersembunyi di bodi perangkat dan baru akan muncul (pop-up) saat dibutuhkan. Black Shark telah menguji ketahanan pop-up triggers tersebut hingga 300.000 kali dan mengatakan tidak ada masalah sama sekali.

Dari segi desain, Black Shark 3 dan Black Shark 3 Pro sebenarnya identik, minus tombol triggers di Black Shark 3. Bodi perangkat berbahankan metal dan kaca. Menariknya lagi, baik Black Shark 3 dan Black Shark 3 Pro, dibekali jack audio 3.5mm.

Black Shark 3 Pro

Layar: OLED 7,1 inci QHD+

Teknologi layar: Refresh rate 90 Hz; Touch sampling 270 Hz

Chipset: Qualcomm Snapdragon 865

RAM/Penyimpanan: LPDDR4X 8GB/256GB; LPDDR5 12GB/256GB

Kamera utama: Triple, 64 MP f/1.8 + 13 MP (ultrawide) + 5 MP (depth)

Kamera selfie: 20 MP

Baterai: 5.000 mAh

Fitur lain: Tombol Pop-up triggers

Harga Black Shark 3 dan Black Shark 3 Pro

Black Shark 3 dijual dalam pilihan warna Lightning Black, Armor Gray, dan Star Silver.

Black Shark 3 dijual dengan harga:

CNY 3.499 atau Rp7,1 juta untuk model 8GB/128GB.

CNY 3.799 atau Rp7,7 juta untuk model 12GB/128GB.

CNY 3.999 atau Rp8,1 juta untuk model 12GB/256GB.

Sementara itu, Black Shark 3 Pro hadir dalam pilihan warna Black.

Black Shark 3 Pro dijual dengan harga:

CNY 4.699/Rp9,5 juta untuk varian 8GB/256GB.

CNY 4.999/Rp10,1 juta untuk varian 12GB/256GB.

Baca juga: Ini Perbedaan Xiaomi Redmi, Mi, Pocophone, dan Black Shark

Apabila masuk ke Indonesia, apakah kamu tertarik membeli Black Shark 3 atau Black Shark 3 Pro?

Hands-on Asus ROG Phone 2, Smartphone Gaming Mumpuni

Hands-on Asus ROG Phone 2

Menjelang akhir 2019, Asus menghadirkan kejutan di Indonesia. Perusahaan yang awalnya dikenal di dunia PC itu merilis smartphone gaming terbarunya di pasar Tanah Air. Perangkat tersebut adalah ROG Phone 2.

Seperti apa sebenarnya ROG Phone 2 ini? Setelah sempat menjajal sebentar perangkat ini. Berikut ini impresi awal kami memakai produk tersebut.

Desain Asus ROG Phone 2

Hadir sebagai smartphone gaming, Asus ROG Phone 2 memiliki desain “masa depan”. Ia punya desain yang kami anggap “gaming banget”. Sepintas kamu melihatnya, bakal langsung tahu kalau Asus ROG Phone 2 bukan HP Android biasa.

Bagian belakang Asus ROG Phone 2 dilapisi oleh kaca. Materialnya sedikit licin. Untungnya, rangka HP ini terbuat dari besi. Alhasil, produk tersebut tidak akan mudah slip dari genggaman. Apalagi, ada casing keren yang membuat genggaman kamu semakin mantap.

Masih dari bagian belakang, kamu akan menemukan satu garis berwarna oranye bertuliskan “ROG Aerodynamic System”. Ya, garis oranye ini ternyata sistem pendingin perangkat.

Saat saya menjajal perangkat ini, keluar angin panas dari lubang-lubang ventilasi tersebut. Artinya, memang sistem pendinginan ini bekerja untuk mengeluarkan panas dari perangkat.

Di tengah bodi perangkat, terdapat logo ROG. Menariknya, logo tersebut dapat menyala karena berupa lampu RGB.

Di bagian depan, kamu akan menemui layar AMOLED berukuran 6,59 inci dengan dukungan resolusi FullHD+ (1.080 x 2.340 piksel). Layar tersebut memiliki tingkat kerapatan 391 ppi.

Layar ini dilindungi kaca Corning Gorilla Glass 6 untuk perlindungan dari benturan. Menariknya lagi, ada teknologi HDR10 dan refresh rate hingga 120Hz di bagian layar. Tingkat sensitif layar ini mencapai 240 Hz. Layar tersebut punya rasio 19,5:9.

Dimensi produk mencapai 171 x 77,6 x 9,5mm, sangat panjang jika menurut kami. Sangat sulit untuk mengoperasikan Asus ROG Phone 2 dengan menggunakan satu tangan.

Meski begitu, layar tersebut sangat nyaman untuk bermain game dan menonton film. Apalagi, teknologi AMOLED dan HDR10 membuat warna yang dikeluarkan maksimal dan terang. Oh iya, layar memiliki tingkat kecerahan hingga 600 nits.

Asus ROG Phone 2 ini terasa cukup berat. Bobotnya mencapai 240 gram. Bandingkan dengan iPhone 11 Pro Max yang juga punya tubuh bongsor. iPhone versi ini memiliki bobot 226 gram.

Bobot sebesar itu disumbang oleh baterai 6.000 mAh yang ada dalam bodi perangkat. Ya, meskipun bongsor, kamu akan mendapatkan baterai super-besar. Jadi, ya, bobot tersebut terbayarkan lah ya.

Satu hal menarik lainnya, ada dua port USB-C di bodi perangkat. Satu di bawah, satu port lainnya di bagian sisi kiri. Dual port USB-C tersebut menarik karena kamu bisa charge perangkat sambil bermain game di segala posisi. Jika bermain dengan posisi horizontal, kamu tinggal charge di port sisi kiri.

Performa gaming Asus ROG Phone 2

Sebelum menjajal, ada baiknya kita mengetahui spesifikasi yang dimiliki oleh Asus ROG Phone 2. Produk ini dibekali chipset kencang bikinan Qualcomm, Snapdragon 855+. Ini merupakan versi overclock dari Snapdragon 855. Snapdragon 855+ sendiri punya kecepatan hingga 2,96 GHz. GPU yang digunakan juga versi overclock yakni Adreno 640 700 MHz.

Ada juga RAM hingga 12 GB. Untuk pengujian singkat kali ini, kami menggunakan versi RAM 8 GB.

Kami bermain game tembak-tembakan yang sedang populer saat ini, PUBG Mobile. Setting yang digunakan rata kanan, alias setting gambar paling tinggi. Gambar mampu tersaji dengan baik dengan warna yang cerah. Lag pun tidak terasa saat bermain. Frame rate mampu terkunci di 60fps.

Saat kami menjajal game ini selama satu stage, Asus ROG Phone II tidak terasa terlalu panas. Saat kami cek, suhunya ternyata hanya 33 derajat.

Secara keseluruhan, permainan menggunakan Asus ROG Phone II terasa sangat nyaman dan memuaskan.

Kesimpulan Asus ROG Phone 2

Kami memang tidak menggunakan Asus ROG Phone 2. Alasannya sederhana, produk ini memang ditujukan untuk kepentingan gaming. 

Untuk bermain game, Asus ROG Phone 2 terasa sangat nyaman digunakan. Lag tidak terasa. Gambar yang dihasilkan juga punya warna yang cerah berkat teknologi AMOLED.

Apalagi, harganya relatif murah ketimbang ponsel Android flagship. Asus ROG Phone 2 dijual dengan harga sekitar Rp8 juta.

Apakah kamu tertarik membeli Asus ROG Phone 2?

 

Cara Mengatasi Disk Usage 100%

Baru-baru ini, ada seseorang menanyakan ke salah satu forum, bahwa Laptopnya yang bersistem operasi Windows 10, mengalami masalah Disk usage 100%.

Dan hal tersebut terus terjadi bahkan ketika Laptop baru dinyalakan.

Kemudian, ketika saya cek ternyata tidak sedikit orang-orang yang juga mengalami masalah ini. Tidak hanya laptop, bahkan termasuk juga pengguna PC.

Lalu apa sih penyebab dari Disk usage 100% ini? Dan apa efeknya?

Penyebab Disk Usage 100% di Windows

Penyebab Disk usage 100% ini bermacam-macam. Mulai dari virus, kerusakan hardware sampai beberapa sumber bilang ini ada bug dari sistemnya.

Dan buat yang belum tahu, Disk usage adalah sebuah alat untuk memantau kinerja storage (SSD / Harddisk), dimana kalau mencapai 100%, itu artinya storage sedang bekerja full.

Karena sedang bekerja full, efeknya jadi jelas : Komputer akan jadi lemot bahkan bisa hang.

Cara Mengatasi Disk Usage 100% di Windows

Nah, berikut ini saya ingin sedikit membahas cara mengatasi Disk usage 100% untuk Anda yang barangkali sedang mengalaminya. Semoga efektif :

 1. Scan Menggunakan Antivirus

Virus adalah salah satu penyebab umum dari disk usage yang selalu 100%. Virus ini biasanya bekerja secara diam-diam di latar belakang, dan membuat komputer jadi bekerja keras padahal kita tidak membuka apa-apa.

Cara mengatasinya silakan pakai Windows defender, kemudian lakukan scanning jika memang diperlukan.

2. Optimasi Startup

Saat Windows baru dinyalakan, sistem akan membaca terlebih dahulu, aplikasi-aplikasi yang berjalan saat startup.  Masalah disk usage ini bisa muncul ketika harddisk Anda lelet, namun aplikasi yang berjalan di startup terlalu banyak.

Cara Mengatasinya :

  1. Buka Task Manager (Ctrl + ALT + Del)
  2. Masuk ke Tab Startup
  3. Kemudian disable aplikasi yang tidak diperlukan.

3. Matikan Fungsi  Windows Update

Secara default, Windows update akan selalu menyala di Windows 10. Nah, beberapa sumber mengatakan bahwa Windows update dalam beberapa situasi bisa membuat storage jadi berjalan lebih keras.

Perlu diingat juga, kalau sumbernya ternyata bukan dari Windows update, lebih baik nyalakan kembali Windows updatenya.

Tujuannya supaya Windows 10 Anda bisa selalu terjaga kinerjanya dengan update-update terbaru dari Microsoft.

4. Matikan Fungsi Windows Search

Windows Search, berfungsi untuk mencari file-file yang ada di Komputer dengan lebih cepat. Namun jika Anda tidak pernah memakainya, Anda bisa mencoba untuk mendisable fungsi ini.

Nah, tapi tenang, melakukan disable bukan berarti menghilangkan fungsi dari Windows search.

Anda masih bisa mencari file yang Anda inginkan melalui Windows search, namun proses pencarian yang diperlukan akan memakan waktu lebih lama.

Caranya :

  • Buka Run. Caranya klik Logo Windows + R kemudian ketik services.msc
  • Cari Windows Search, kemudian klik kanan lalu klik Properties.
  • Ubah opsi startup type menjadi disabled. Klik Apply kemudian klik OK.

Setelah itu restart komputer Anda.

Cara ini adalah cara disable secara permanen.

Tapi jika Anda ingin mengembalikannya, cukup ulangi langkah yang sama, dan pada startup type tinggal diganti ke automatic.

Ponsel Seri A Jadi Andalan Oppo di Pasar Smartphone Indonesia

Tahun 2020 ini, Oppo gencar merilis deretan smartphone baru yang masuk dalam kategori seri A.

Sejak Januari hingga April tahun ini, setidaknya sudah tiga smartphone Oppo A series yang dirilis, yakni A12, A31, A91. Oppo pun bersiap merilis Oppo A92 bulan Mei mendatang.

Berbeda dengan periode yang sama tahun lalu, Oppo sama sekali tidak merilis seri A di Indonesia.

Strategi ini merupakan salah satu cara Oppo untuk memperkuat pasarnya di Indonesia. PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, mengakui bahwa seri A dengan rentang harga Rp 3-5 jutaan menjadi “senjata” Oppo di Indonesia.

“Itu (segmen) Oppo yang paling kuat hingga saat ini,” kata Aryo.

Aryo juga mengamini bahwa seri A secara keseluruhan, masih menjadi pasar terbesar Oppo di Indonesia. Sebab, seri A mencakup segmen bawah hingga menengah.

“Persentasenya sekitar 40-50 persen lah,” klaim Aryo.

Menurut Aryo, segmen ponsel Rp 3-5 jutaan menjadi primadona para vendor ponsel di Indonesia, tidak hanya Oppo. Kendati demikian, Oppo tidak hanya fokus di segmen menengah saja.

Beberapa ponsel menengah ke atas lewat seri Reno hingga flagship lewat seri Find turut ditawarkan untuk konsumennya di Indonesia. Oppo sendiri memiliki strategi untuk meraup semua segmen pasar, termasuk lewat jalur online.

Beberapa perangkat Oppo bahkan dirilis khusus melalui jalur online, seperti Oppo K3 dan Oppo A91. Upaya ini juga dilakukan demi mendorong konsumen untuk bertransformasi ke pembelian online.

“Edisi khusus online biasanya ada beberapa yang dikurangi. Misalnya Oppo K3 itu dikurangi headset tapi memang perangkatnya sesuai dengan target pasar online,” kata Aryo.